PELATIHAN DESTANA (DESA TANGGAP BENCANA)

Meskipun desa Bulurejo bukan merupakan Desa yang rawan bencana, namun perlu diadakan pelatihan desa tanggap bencana (DESTANA), agar masyarakat tahu bagaimana harus bertindak ketika terjadi bencana. Bencana yang mungkin terjadi di Desa Bulurejo yaitu bencana angin. Dimana bencana angin biasa terjadi ketika musim penghujan yang menyebabkan pohon tumbang yang bisa saja menimpa jalan sehingga dapat menutup akses jalan, atau mungkin bisa juga menimpa rumah warga.

Untuk menambah pengetahuan, maka Pemerintah Desa Bulurejo mengadakan Pelatihan Desa Tanggap Bencana yang dilaksanakan pada tanggal 20 November 2019 dengan mengundang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonogiri sebagai narasumber pelatihan. Dalam pelatihan ini, disampaikan 3 fase bencana yaitu pra bencana atau sebelum terjadi bencana, saat terjadi bencana dan pasca bencana atau setelah terjadi bencana. Pada fase pra bencana, warga masyarakat desa Bulurejo dapat meminimalisir terjadinya bencana dengan menebang pohon yang sudah besar di lingkungan warga, memangkas ranting yang dekat dengan rumah warga, jalan, dan listrik. Pada fase kedua saat terjadi bencana, warga dapat mengamankan diri ke tempat terbuka, segera menghubungi tokoh masyarakat apabila ada pohon tumbang. Selanjutnya fase ketiga yaitu pasca bencana, apabila terdapat pohon tumbang pada saat terjadi angin, segera berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat untuk segera mengevakuasi pohon, apabila pohon menimpa kabel listrik bisa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti PLN.

Pemerintah Desa Bulurejo juga membentuk struktur Komando Tanggap Darurat dengan Penanggungjawab Kepala Desa Bulurejo, Penasehat Camat Bulukerto, dan Koordinator Umum Bp. Maryanto (Kasi Kesejahteraan). Dengan demikian, dhiarapkan kepada peserta pelatihan dapat menerapkan pengetahuan yang sudah diberikan pada fase pra bencana yaitu dengan memangkas ranting yang sekiranya dekat dengan listrik, jalan dan rumah warga, juga menebang pohon yang sekiranya dapat membahayakan, sehingga dapat meminimalisir adanya dampak bencana.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan