Sejarah Desa

SEJARAH DESA BULUREJO

Desa Bulurejo mengalami perjalanan sejarah yang panjang sampai saat ini. Perjalanan sejarah ini terekam dalam ingatan masyarakat Desa Bulurejo melalui sejarah lisan yang terus disampaikan. Desa Bulurejo pada awalnya terbentuk dari perkumpulan masyarakat yang secara turun temurun bertempat tinggal diwilayah yang dipimpin oleh seorang demang yang bertempat tinggal di dekat sungai Kali Arang. Sebutan Demang Kali Arang terus berlanjut hingga periode kolonialisme di Indonesia. Wilayah Demang Kali Arang inilah yang menjadi cikal bakal wilayah Desa Bulurejo.

Pasca kemerdekaan Bangsa Indonesia terjadi perubahan dalam system pemerintahan yang berlaku. Ditunjuklah Bapak Poespo Soemitro sebagai kepala desa pertama untuk Desa Bulurejo. Bapak Poespo Soemitro bertempat tinggal di Dusun Bulurejo, hal ini menjadikan masyarakat menyebut Bapak Poespo Soemitro sebagai Kepala Desa Bulurejo dengan wilayah kepemimpinan sama dengan wilayah Demang Kali Arang. Pasca kepemimpinan Bapak Poespo Soemitro dilakukan pemilihan kepala desa yang pertama di Desa Bulurejo. Kepala desa yang terpilih melalui pemilihan umum adalah Bapak Soenarso yang berkedudukan di Dusun Watuondo.

Perpindahan kepemimpinan ini mengakibatkan pusat pemerintahan desa berpindah ke dusun Watuondo. Berawal dari pemikiran para tokoh masyarakat yang marasa kesulitan dengan berpindahnya pusat pemerintahan setiap terpilihnya pemimpin baru, maka melalui musyawarah yang dilakukan oleh masyarakat Bulurejo menyepakati untuk menanamkan Pemerintah Desa yang bernama Desa Bulurejo dengan pusat pemerintahan disebuah kantor yang di bangun ditengah-tengah bekas wilayah kekuasaan Demang Kali Arang. Wilayah Desa Bulurejo terdiri dari lima padusunan yaitu : Dusun Bulurejo, Dusun Bulukerto, Dusun Watuondo, Dusun Soko, dan Dusun Tenggar.